59

By Emha Ainun Nadjib

My God

What really is the meaning of Your will

By not sending down any more

Even one more Prophet

For an age which needs

So many more Prophets?

Farmers Shackled by Cement!
Farmers Shackled by Cement! #Dipasungsemen

Emha Ainun Nadjib.  99 untuk Tuhanku [99 For My God],  Pustaka Bandung  1983

Rustle of the Ulla Grass

By M. Adil, 1935

Ulla grass, I often listen to your whistling rustle,
If the soft wind swirls around you;
Your heads lowered as if in homage,
You bow singing of grief which cuts the heart;

While shivering grips your long stems
Straight and bowed declaring your praise –
          Completely pervading my conscience,
Because your song makes an agreement with my sorrow.

          In the shade I often lazing sit
Gazing at the waves which gently undulate,
Escorting the song of your sighing siren leaves
Serene, at peace, unperturbed
I recede me into a wave of ecstasy
Into your oneness mystic soaring oblivious to time,
          Caught in the stream as if in a dream,
          Prostrate to intercede for God’s mercy divine.


Desau Pimping, From Panji Pusaka via Pujangga Baru II/9, March 1935. Republished in Jassin, H. B.  Pujangga baru : prosa dan puisi / dikumpulkan dengan disertai kata pengantar oleh H.B. Jassin  [Pujangga Baru : prose and poetry / collected and accompanied by an introduction by H.B. Jassin] Haji Masagung Jakarta  1987, p. 34.

 

 

Image credits: Themeda gigantea (Cav.) Hackel ex Duthie [as Anthistiria gigantea Cav.]   Cavanilles, A.J., Icones et descriptiones plantarum, vol. 5: t. 458 (1799) [A.J. Cavanilles]  Drawing: A.J. Cavanilles  http://plantillustrations.org/illustration.php?id_illustration=240997; Bromo Midnight Tour and Travel; Savanna Valley, Whispering Desert Mount Bromo

The Malay Tale of the Wise Parrot – The British Library

“The Hikayat Bayan Budiman, ‘Tale of the Wise Parrot’, is an old work of Malay literature, probably composed in the 15th century or earlier. It is based on a Persian original, the Tuti-nama, and is the earliest example in Malay of a framed narrative: a literary work comprising a compilation of individual stories. And like the…” (read more)


Source: The British Library’s Asian and African studies blog: The Malay Tale of the Wise Parrot

Related:

Tahun Baru Di Dartmoor

Tahun Baru Di Dartmoor

Oleh Sylvia Plath

Ini adalah kebaruan: setiap halangan murahan
Kecil yang terbungkus oleh kaca dan ganjil,
Berkilauan dan berdenting dalam suara falsetto seorang santo. Cuma kamu
Tidak tahu bagaimana memahami kelicinan mendadak itu,
Kemiringan buta, putih, seram yang tidak teraih.
Yang tidak dapat didaki dengan perkataan yang kamu tahu.
Tidak dapat didaki dengan gajah atau roda atau sepatu.
Kita hanya datang untuk melihat. Kamu terlalu muda
Untuk menginginkan dunia di dalam topi kaca.

Ayah

Ayah

Oleh Sylvia Plath

Kamu tidak lagi pas, kamu tidak lagi pas
sepatu hitam
Di mana aku sudah hidup seperti kaki
Selama tiga puluh tahun, miskin dan putih,
Hampir tidak berani bernafas atau bersin.

Ayah, aku sudah harus membunuhmu.
Kamu meninggal sebelum aku ada waktu–
Berat seperti marmer, sekarung penuh Tuhan,
Patung mengerikan dengan satu jari kaki kelabu
Sebesar anjing laut Frisco

Dan sebuah kepala di dalam Atlantik aneh itu
Di mana hujan deras berwarna hijau kacang di atas biru
Di perairan lepas Nauset yang indah
Aku dulu berdoa untuk mendapatkanmu kembali.
Ach, du.

Dalam bahasa Jerman, di kota Polandia itu
Terkikis datar oleh penggilas
Perang, perang, perang.
Tapi nama kota itu umum.
Sahabatku orang Polak

Katanya ada selusin atau lebih.
Jadi saya tidak pernah bisa tahu di mana kamu
Menginjakkan kakimu, akarmu,
Aku tidak pernah bisa berbicara denganmu.
Lidah terjebak di rahangku.

Lidah terjebak dalam jerat kawat berduri.
Ich, ich, ich, ich,
Aku hampir tidak bisa bicara.
Aku pikir setiap orang Jerman adalah kamu.
Dan bahasanya kasar

Sebuah lokomotif, sebuah lokomotif
Bergemuruh membawaku seperti orang Yahudi.
Seorang Yahudi ke Dachau, Auschwitz, Belsen.
Aku mulai berbicara seperti orang Yahudi.
Aku pikir mungkin aku adalah orang Yahudi.

Salju di Tyrol, bir jernih dari Wina
Tidak begitu murni maupun benar.
Dengan leluhur perempuanku seorang Jipsi dan keberuntunganku yang aneh
Dan pak kartu Tarotku dan pak kartu Tarotku
Mungkin aku sedikit Yahudi.

Aku selalu takut padamu,
Dengan Luftwaffemu, omong kosongmu.
Dan kumis rapimu
Dan mata Aryanmu, biru terang
Manusia Panzer, manusia Panzer, Oh Kamu–

Bukan Tuhan tetapi swastika
Begitu hitam sehingga tiada sedikitpun langit dapat mengintip.
Setiap wanita mencintai seorang Fasis,
Sepatu bot di muka, orang kejam itu
Hati brutal dari orang brutal seperti kamu.

Kamu berdiri di papan tulis, ayah,
Dalam gambar kamu yang aku punya,
Celah dalam dagumu bukan kakimu
Tetapi itu tidak mengurangi kesetananmu, tak juga
Mengurangi sifatmu sebagai orang kulit hitam yang

Menggigit hati merah cantikku menjadi dua.
Usiaku sepuluh ketika mereka menguburmu.
Pada usia dua puluh aku berusaha mati
Dan kembali, kembali, kembali kepadamu.
Aku pikir tulang pun akan cukup.

Tetapi mereka menarikku keluar dari karung,
Dan aku ditempel kembali dengan lem.
Kemudian aku tahu apa yang harus kulakukan.
Aku membuat model kamu,
Seorang pria berpakaian hitam berpenampilan Meinkampf

Dan sayang pada rak dan sekrup.
Dan aku berkata ya, ya.
Jadi ayah, aku akhirnya putus.
Telepon hitam itu mati pada akarnya,
Suara-suara itu tetap tidak mampu merayap keluar.

Jika aku telah membunuh seorang pria, aku sudah membunuh dua–
Vampir yang mengaku sebagai kamu
Dan minum darahku selama setahun,
Tujuh tahun, kalau kamu ingin tahu.
Ayah, kamu dapat berbaring sekarang.

Ada pasak kayu dalam jantung hitam gemukmu
Dan penduduk desa tidak pernah menyukaimu.
Mereka menari dan menginjak-injakmu.
Mereka selalu tahu itu kamu.
Ayah, ayah, bajingan kamu, putuslah aku.


https://www.poetryfoundation.org/poems-and-poets/poems/detail/48999

Sylvia Plath, “Daddy” from Collected Poems. Copyright © 1960, 1965, 1971, 1981 by the Estate of Sylvia Plath. Editorial matter copyright © 1981 by Ted Hughes. Used acknowledging all applicable rights of HarperCollins Publishers.

Source of English: Collected Poems (HarperCollins Publishers Inc, 1992)

Images: http://www.geheugenvannederland.nl/nl

Certified NAATI Translators

%d bloggers like this: